Gerbang itu tertutup rapat, berpalang besar dengan paku-paku yang menancap diatasnya. Seolah tak cukup, ada rantai besi dan gembok yang melingkupinya. Di pintu gerbang tertoreh tinta berwarna hitam bertuliskan 'DILARANG MASUK'.
Seseorang tampak berdiri bingung didepan pintu gerbang itu. Dahulu dia tinggal dan sempat bertahta di dalam istana dibalik gerbang itu. Dia dikasihi dan mendapat pelayanan istimewa. Apapun perkataan dan keputusannya, selalu dianggap bijaksana.
Namun suatu ketika di waktu fajar, semuanya mendadak lenyap. Dia terbangun dan menemukan dirinya terhampar di jalanan, persis didepan pintu gerbang. Pakaian kebesaran tidak menempel lagi dipundaknya. Sekarang dia tampak tak ada bedanya dengan penduduk biasa.
Sang mantan raja menggedor keras-keras gerbang itu. Dia mencoba melepaskan rantai besi dan gembok yang tergantung disana. Dia memanggil ahli kunci, yang berakhir dengan kesia-siaan. Ahli kunci berkata gembok itu dibuat khusus, tidak bisa dibuka dengan apapun kecuali oleh si pemilik kunci asli.
Sang mantan raja tidak menyerah. Dia kembali menggedor-gedor gerbang itu. Dia bertekad tidak akan pergi sebelum mendapat penjelasan. Tangannya perlahan memerah, dan darah mulai mengucur dari buku jari tangannya.
Tiba-tiba terdengar suara dari balik pintu
"Menyerahlah. Tinggalkan tempat ini".
"Tidak bisa! Ini adalah kediamanku!" balas sang mantan raja.
"Memang, tetapi itu dahulu. Carilah tempat lain".
"Mengapa? Mengapa kau mengusirku? Bukankah kau yang dahulu mengundangku masuk?"
Suasana hening sesaat.
"Maafkan aku. Ini semua salahku. Karena keegoisanku. Aku merasa...kau bukan orang yang tepat".
"Come on! Setelah semua yang kita lalui bersama, bagaimana mungkin kau mencampakkanku begitu saja? Ingatlah saat-saat itu".
"Aku...tidak bisa. Aku telah memikirkan masak-masak semuanya ini. Demi kebaikanku, dan demi kebaikanmu juga. Pergilah, aku merelakanmu. Aku percaya ada tempat lain yang lebih baik untukmu diluar sana".
"Tapi, bagaimana denganmu?"
"Tidak usah pikirkan diriku. Aku sendiri yang membuat keputusan ini. Aku akan menunggu, menunggu sampai orang yang tepat datang menggantikan dirimu".
"Kamu yakin orang itu ada? Aku masih berdiri disini untukmu".
"Aku... memilih untuk percaya. Sekarang pergilah".
Sang mantan raja menundukkan kepala dan membalikkan badannya. Satu langkah, dua langkah...dia membalikkan badannya kembali, menoleh ke arah pintu gerbang, berharap tiba-tiba gerbang itu terbuka dan dia dipersilahkan masuk kembali. Tapi gerbang itu tetap tertutup.
Sang mantan raja melanjutkan perjalanannya, mengembara ke tempat lain, mencari tempat dimana dia akan dipersilahkan masuk. Sebuah ikrar terukir dihatinya:
"Aku akan datang kapanpun dia memintaku untuk kembali. Aku akan selalu ada untuknya".
25.2.11
20.2.11
Matahari sore
Senja menjelang. Matahari hampir selesai bekerja. Dia mengepak-ngepakkan barangnya, mempersiapkan ruang untuk bulan yang akan menggantikannya. Cahaya matahari begitu lembut saat ini. Warna oranye berpendar disepanjang lorong apartemen. Tiba-tiba muncul siluet seorang perempuan. Tampak tinggi dan sebelah tangannya memegang sesuatu. Sesaat kukira dia akan menghampiri sang matahari. Tuk, tuk, tuk. Namun beberapa langkah sebelum mencapai matahari, perempuan itu berbelok ke kiri, membuka suatu pintu, melemparkan barang ditangannya kedalam sana sambil mengernyit jijik. Aroma yang menusuk membanjiri hidungnya. Dengan segera perempuan itu menutup pintu yang bertuliskan 'Ruang sampah'. Perempuan itu melangkahkan kakinya kembali menuju arah darimana dia berasal. Sinar matahari yang memanggilnya tidak dihiraukannya.
9.2.11
Matahari dan bulan
Aku ingin menjadi matahari,
Besar, kuat, dan memancarkan kehangatan
Memberi keceriaan bagi orang-orang yang melihatnya
Aku ingin menjadi bulan,
Bersinar diantara gelapnya malam
Memancarkan kelembutan bagi mereka yang dirudung duka
Namun sama seperti matahari dan bulan,
Aku tidaklah sempurna
Terkadang kemilauku tertutup oleh sang gerhana
Besar, kuat, dan memancarkan kehangatan
Memberi keceriaan bagi orang-orang yang melihatnya
Aku ingin menjadi bulan,
Bersinar diantara gelapnya malam
Memancarkan kelembutan bagi mereka yang dirudung duka
Namun sama seperti matahari dan bulan,
Aku tidaklah sempurna
Terkadang kemilauku tertutup oleh sang gerhana
30.1.11
Kerikil-kerikil
Terkadang hidup tidak berjalan sesuai yang aku inginkan. Aku telah menyusun rencana-rencana dihari sebelumnya, eh, tiba-tiba salah satu rencana tersebut tidak jadi terlaksana. Suasana hati menjadi sedikit terganggu, dan kekecewaan perlahan menyusup. Setelah itu terlebih mudah memang untuk memanjakan diri sendiri, memperbaiki suasana hati dengan sikap semau gue. Ada kalanya aku bersikap seperti itu, meneguk minuman manis untuk mengobati rasa didalam hati. Kamu dapat menyebutku lari dari masalah, ya karena memang begitu kenyataannya. Namun dipagi hari ini aku mau melakukan hal sebaliknya. Aku tidak akan membiarkan bongkahan batu itu menghambat langkahku. Masih ada rencana-rencana lain yang mesti kulakukan. Yang kuperlukan saat ini adalah hati yang besar, dan juga belajar untuk tidak membuat rancangan sendiri, melainkan menyerahkannya kepada Tuhan. Ada perkataan begini toh: 'Manusia boleh berencana, tetapi Tuhan yang menentukan'. Semangat!
Story in Kempinski
Rasa pegal menjalari kakiku. Seandainya saja aku bisa memesan tukang pijat tengah malam begini. Gimana tidak pegal coba? Berdiri selama berjam-jam mengenakan sepatu bertumit lebih dari tujuh senti. Tapi begitulah namanya cewe. Demi penampilan rasa sakit tidak menjadi masalah.
Tadi aku menghadiri perayaan ulang tahun pernikahan perak salah satu pemimpinku. Dia meminta bantuan aku dan teman-teman lainnya untuk menjaga photo booth (yang akan aku jelaskan nanti) dan membagi souvenir kepada para undangan yang datang. Perayaan itu diadakan di Kempinski. Jujur aku baru pertama kali masuk ke dalam sana. Tempatnya indah, dengan anterior yang menarik dan mewah, mengingatkanku akan hotel JW Marriot.
Sebenarnya diundangan tertulis dresscode dress merah, tetapi berhubung diantara kami tidak ada yang memiliki dress merah, kami putuskan untuk memakai dress hitam. Untuk urusan make up, aku dan dua temanku ditangani oleh teman sendiri. Orangnya sangat detil ketika merias orang, dan tanpa sadar aku membandingkan diriku dengannya. Bila aku yang memake up, pasti asal jadi, asal pake eyeshadow (intinya yg penting berwarna aja). Aku puas dengan hasilnya. Bila kalian mencari orang yang pintar make up, kalian bisa mengandalkan temanku ini,tapi tentu saja dengan bayaran. Tenang aja, ndak mahal kok.
Selesai berdandan, kami meluncur ke Kempinski dan sesampainya disana kami diberi pengarahan atakan apa yang akan kami lakukan. Tugas kami adalah menghitung tamu dengan alat penghitung yang tinggal dipencet-pencet asal ada tamu yang datang (aku tidak tau namanya). Selain itu kami juga mengantarkan tamu yang baru datang untuk berfoto di photobooth dengan keluarga mereka. Photobooth itu semacam photobox yang biasa kalian liat di mal-mal. Setelah berfoto, tamu diberi souvenir berupa bingkai foto cantik yang pinggirannya memiliki ukiran dan berwarna emas.
Tamu-tamu pun mulai berdatangan setelah jam 6. Tuan rumah, yaitu orang tua temanku menyambut mereka dengan senyum lebar. Mama orang tua temanku tampak cantik dan anggun dengan long dress berwarna perak dan rambut yang disanggul diatas. Orangnya ramah, supel, dan murah senyum. Ketika aku melihat suaminya, dengan kata lain papanya temanku, aku jadi menyadari perawakan temanku itu turunan dari mana. Makanan yang disajikan beraneka ragam, mulai dari makanan Indonesia sampe makanan Barat tersedia semua disitu, bahkan tersedia wine untuk para tamu.
Sekitar jam 8, aku dan temanku mulai mencicipi makanan disana. Pilihan pertamaku jatuh pada sushi. I love sashimi!!! Setelah itu aku mencoba menu lainnya yang aku tidak ingat namanya karena rumit. Pokoknya ada ikan, udang, sapi, ayam, dsb. Hampir semua makanannya lezat. Nah, ada pengalaman menarik disini. Aku melihat ada oyster mentah yang disajikan, kemudian aku memberitahukannya kepada salah seorang temanku. Dia tertarik dan mengambil satu. Dengan menggunakan sendok, dia meraup setengah oyster mentah tersebut. Begitu oyster tersebut masuk ke mulutnya, raut wajahnya berubah. Sesaat aku mengira dia akan muntah. Dia menutup mulutnya dan bergegas mengambil minumannya yang terletak di meja dan meneguknya. 'Baunya amis' katanya. Kemudian datang seorang temanku lagi. Dia penasaran untuk mencicipi oyster ini walaupun dia telah melihat reaksi temanku. Dia menyendok oyster yang tersisa (yang potongannya sbnrnya lebih besar) dan memakannya. Dia terdiam beberapa saat, berusaha mencerna makanan tersebut dimulutnya. Setelah mencobanya, dia berkata bahwa makanan tersebut tidak cocok untuk lidahnya.
Waktu hampir menunjukkan pukul setengah 10an lewat ketika para tamu mulai bubar. Aku dan teman-temanku kemudian mengambil kesempatan untuk berfoto ria di photobooth. Kmai menunggu sampai semua tamu pulang baru kemudian kami pamit kepada yang empunya acara.
Tadi aku menghadiri perayaan ulang tahun pernikahan perak salah satu pemimpinku. Dia meminta bantuan aku dan teman-teman lainnya untuk menjaga photo booth (yang akan aku jelaskan nanti) dan membagi souvenir kepada para undangan yang datang. Perayaan itu diadakan di Kempinski. Jujur aku baru pertama kali masuk ke dalam sana. Tempatnya indah, dengan anterior yang menarik dan mewah, mengingatkanku akan hotel JW Marriot.
Sebenarnya diundangan tertulis dresscode dress merah, tetapi berhubung diantara kami tidak ada yang memiliki dress merah, kami putuskan untuk memakai dress hitam. Untuk urusan make up, aku dan dua temanku ditangani oleh teman sendiri. Orangnya sangat detil ketika merias orang, dan tanpa sadar aku membandingkan diriku dengannya. Bila aku yang memake up, pasti asal jadi, asal pake eyeshadow (intinya yg penting berwarna aja). Aku puas dengan hasilnya. Bila kalian mencari orang yang pintar make up, kalian bisa mengandalkan temanku ini,tapi tentu saja dengan bayaran. Tenang aja, ndak mahal kok.
Selesai berdandan, kami meluncur ke Kempinski dan sesampainya disana kami diberi pengarahan atakan apa yang akan kami lakukan. Tugas kami adalah menghitung tamu dengan alat penghitung yang tinggal dipencet-pencet asal ada tamu yang datang (aku tidak tau namanya). Selain itu kami juga mengantarkan tamu yang baru datang untuk berfoto di photobooth dengan keluarga mereka. Photobooth itu semacam photobox yang biasa kalian liat di mal-mal. Setelah berfoto, tamu diberi souvenir berupa bingkai foto cantik yang pinggirannya memiliki ukiran dan berwarna emas.
Tamu-tamu pun mulai berdatangan setelah jam 6. Tuan rumah, yaitu orang tua temanku menyambut mereka dengan senyum lebar. Mama orang tua temanku tampak cantik dan anggun dengan long dress berwarna perak dan rambut yang disanggul diatas. Orangnya ramah, supel, dan murah senyum. Ketika aku melihat suaminya, dengan kata lain papanya temanku, aku jadi menyadari perawakan temanku itu turunan dari mana. Makanan yang disajikan beraneka ragam, mulai dari makanan Indonesia sampe makanan Barat tersedia semua disitu, bahkan tersedia wine untuk para tamu.
Sekitar jam 8, aku dan temanku mulai mencicipi makanan disana. Pilihan pertamaku jatuh pada sushi. I love sashimi!!! Setelah itu aku mencoba menu lainnya yang aku tidak ingat namanya karena rumit. Pokoknya ada ikan, udang, sapi, ayam, dsb. Hampir semua makanannya lezat. Nah, ada pengalaman menarik disini. Aku melihat ada oyster mentah yang disajikan, kemudian aku memberitahukannya kepada salah seorang temanku. Dia tertarik dan mengambil satu. Dengan menggunakan sendok, dia meraup setengah oyster mentah tersebut. Begitu oyster tersebut masuk ke mulutnya, raut wajahnya berubah. Sesaat aku mengira dia akan muntah. Dia menutup mulutnya dan bergegas mengambil minumannya yang terletak di meja dan meneguknya. 'Baunya amis' katanya. Kemudian datang seorang temanku lagi. Dia penasaran untuk mencicipi oyster ini walaupun dia telah melihat reaksi temanku. Dia menyendok oyster yang tersisa (yang potongannya sbnrnya lebih besar) dan memakannya. Dia terdiam beberapa saat, berusaha mencerna makanan tersebut dimulutnya. Setelah mencobanya, dia berkata bahwa makanan tersebut tidak cocok untuk lidahnya.
Waktu hampir menunjukkan pukul setengah 10an lewat ketika para tamu mulai bubar. Aku dan teman-temanku kemudian mengambil kesempatan untuk berfoto ria di photobooth. Kmai menunggu sampai semua tamu pulang baru kemudian kami pamit kepada yang empunya acara.
27.1.11
Tentang rasa
Hari ini rasa itu kembali datang
Mencengkramku erat-erat dan membuatku bingung
Hari itu akan segera datang
Hari dimana aku harus membuat keputusan
Meninggalkan semua yang ada atau memulai lembaran baru
Ketidakpastian dan keraguan ini sungguh meresahkan
Jika kau adalah aku, jalan mana yang akan kau pilih?
Mencengkramku erat-erat dan membuatku bingung
Hari itu akan segera datang
Hari dimana aku harus membuat keputusan
Meninggalkan semua yang ada atau memulai lembaran baru
Ketidakpastian dan keraguan ini sungguh meresahkan
Jika kau adalah aku, jalan mana yang akan kau pilih?
Siapakah aku?
Kali ini kita akan bermain tebak-tebakan. Aku mau melihat apakah kamu bisa menebak tokoh utama kita kali ini.
Alkisah, pada zaman modern sekarang, hiduplah seorang putri, sebut saja namanya Princess. Aku telah mengenal princess selama enam tahun lebih. Pertama kali bertemu dengannya, yang kuingat hanyalah seorang anak lugu dengan rambut yang dikepang-kepang kecil mengenakan kemeja putih dan rok panjang. Pada acara keagamaan, ada seorang kakak kelas yang bertanya apakah dia memiliki kebiasaan mengisap jari waktu kecil, dan Princess menjawab iya.
Awal-awal aku mengenal Princess, dia adalah seorang yang senang mengoleksi komik. Hampir setiap komik dia lahap, kecuali komik cowok pastinya. Komik favoritnya adalah komik yang berbau masak-memasak, walaupun dia sendiri jarang memasak. Dapat diduga bahwa dia juga menyukai acara tv yang berbau seperti itu. Salah satu tontonan favoritnya adalah 'top chef', dan pada musim keempat 'top chef', dia menjagokan Stephanie yang ternyata memang keluar sebagai juara. Seiring bertambahnya usianya, kegemarannya akan komik mulai berkurang. Dia beralih kepada novel. Dia memiliki novel Harry Potter, Eragon, sampai The Host karangan Stephanie Meyer. Novel-novel favoritnya berbau percintaan, bahkan dia sampai membeli novel terbitan lama dari temannya!
Princess adalah seorang yang ramah, murah tersenyum, ngeflow dengan sifat phlegmatisnya dan cincai. Salah satu sifatnya yang kusukai adalah kerendahan hatinya dan kesederhanannya mengingat orang tuanya termasuk orang berpunya. Dia bisa bergaul dengan berbagai karakter orang tanpa harus berubah menjadi orang lain. Dia tetap menjadi dirinya apa adanya. Princess termasuk orang yang tidak enakan. Seringkali dia berucap 'maap, maap' walaupun sebenarnya kata itu tidak perlu diucapkan.
Dia termasuk penggemar game. Game yang sering dimainkannya akhir-akhir ini adalah Cityfille, suatu permainan dari facebook, bahkan dia juga mengajakku untuk ikut serta memainkan game tersebut.
Hari-hari Princess sekarang lebih bebas. Dia telah menyelesaikan perjalanannya di kampus dan tinggal menunggu hasil akhirnya. Aku berharap dia berhasil lulus, walaupun sebenarnya aku mau dia menungguku :)
Alkisah, pada zaman modern sekarang, hiduplah seorang putri, sebut saja namanya Princess. Aku telah mengenal princess selama enam tahun lebih. Pertama kali bertemu dengannya, yang kuingat hanyalah seorang anak lugu dengan rambut yang dikepang-kepang kecil mengenakan kemeja putih dan rok panjang. Pada acara keagamaan, ada seorang kakak kelas yang bertanya apakah dia memiliki kebiasaan mengisap jari waktu kecil, dan Princess menjawab iya.
Awal-awal aku mengenal Princess, dia adalah seorang yang senang mengoleksi komik. Hampir setiap komik dia lahap, kecuali komik cowok pastinya. Komik favoritnya adalah komik yang berbau masak-memasak, walaupun dia sendiri jarang memasak. Dapat diduga bahwa dia juga menyukai acara tv yang berbau seperti itu. Salah satu tontonan favoritnya adalah 'top chef', dan pada musim keempat 'top chef', dia menjagokan Stephanie yang ternyata memang keluar sebagai juara. Seiring bertambahnya usianya, kegemarannya akan komik mulai berkurang. Dia beralih kepada novel. Dia memiliki novel Harry Potter, Eragon, sampai The Host karangan Stephanie Meyer. Novel-novel favoritnya berbau percintaan, bahkan dia sampai membeli novel terbitan lama dari temannya!
Princess adalah seorang yang ramah, murah tersenyum, ngeflow dengan sifat phlegmatisnya dan cincai. Salah satu sifatnya yang kusukai adalah kerendahan hatinya dan kesederhanannya mengingat orang tuanya termasuk orang berpunya. Dia bisa bergaul dengan berbagai karakter orang tanpa harus berubah menjadi orang lain. Dia tetap menjadi dirinya apa adanya. Princess termasuk orang yang tidak enakan. Seringkali dia berucap 'maap, maap' walaupun sebenarnya kata itu tidak perlu diucapkan.
Dia termasuk penggemar game. Game yang sering dimainkannya akhir-akhir ini adalah Cityfille, suatu permainan dari facebook, bahkan dia juga mengajakku untuk ikut serta memainkan game tersebut.
Hari-hari Princess sekarang lebih bebas. Dia telah menyelesaikan perjalanannya di kampus dan tinggal menunggu hasil akhirnya. Aku berharap dia berhasil lulus, walaupun sebenarnya aku mau dia menungguku :)
Subscribe to:
Posts (Atom)